Browse stories

KAHINA

Language: id

"Anakku mana, Mbah?" "Siapa?" "Kahina!" "Anakmu, itu di panci. Mau, dimasak rawon." Tidak yakin dengan apa yang sedang didengarnya, Laksmi memastikan ucapan wanita tua ini tidak benar. Jantungnya berdegup luar biasa kencang, antara yakin dan tidak Laksmi menerobos masuk menuju dapur, mencari tahu kebenaran dari ucapan wanita gila itu. Saat berada di dapur, matanya memutari seisi ruangan sempit itù. Darahnya berdesir saat indra penciumannya merasakan bau amis yang aneh. Dengan mata yang hampir terpejam, Laksmi seakan menebak-nebak apa sebenarnya yang dibsembunyikan di dalam panci besar…