Browse stories

Titik Noda

Language: id

"Aku khilaf, Dik ….” “Khilaf, tapi sampai sejauh itu, Mas …?” “Maaf ….” Hanya itu yang terus suamiku ucap. Maaf, maaf, dan khilaf, seolah tak ada kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya basah. Lelakiku terisak. Aku tak bisa memahami apa yang ia rasakan sebenarnya. Mas, sadarkah kau sudah torehkan luka teramat dalam, yang sekarang menganga di hati ini. Lupakah saat kau pada anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya? Menolong mengangkat derajat keluarganya? Apa yang sampai membawamu terjerumus begitu dalam seperti ini? Dosa apa yang…