Melomiri

Luka Yang Kutinggalkan

Language: id

Dengan kursi roda, aku memasuki aula pesta ulang tahunku yang diadakan oleh Willy. Aula yang tadinya ramai itu langsung hening seketika saat melihatku. Orang-orang yang datang ke sini masing-masing punya tujuan sendiri dan jelas bukan untuk merayakan ulang tahunku. “Itu si Joice, tunangan cacatnya Pak Willy?” “Iya, tapi sebenarnya Pak Willy itu cintanya sama Nona Anna. Barusan aku lihat mereka ciuman di pojokan.” Mereka menutupi mulut dengan gelas anggur sambil membicarakanku dengan seenaknya, mengira aku masih sama seperti dulu, cacat dan tuli. Namun, yang mereka tidak tahu, pendengaranku…

Start reading