Browse stories

Geger di Bhumi Manggala

Language: id

Tadah Asih menangis suaranya terdengar mendayu-dayu menyayat hati. Dinginnya angin yang menyentuh kulit melebihi dinginnya angin bediding. Sementara candik ala di ujung Kilen, nampak seperti lukisan merah darah yang terpahat di dinding langit. Seorang petapa waskita yang memiliki sidhik paninggal menjadi waspada terhadap mobah mosing ing jagat yang jarang sekali terjadi. Netranya sejenak terpejam rapat. Dalam benaknya terbayang, bahwa Bhumi Manggala akan kembali memasuki masa-masa yang suram. Sedang jauh di ujung Kilen, sebuah kerajaan telah berduka atas pralayanya seorang Trahing…