Browse stories

Janji Kita Hanyalah Debu

Language: id

Malam itu, Rania duduk di ruang tamu yang sepi, menatap jam dinding yang berdetak pelan. Ketika Farel, suaminya, akhirnya pulang, wajahnya tampak tenang, seolah tak ada yang perlu dijelaskan. Rania hanya menunduk, menyembunyikan badai di dadanya. Ia sudah terlalu lelah mencari alasan untuk tetap bertahan. Dalam diam, Rania memutuskan untuk pergi. Ia teringat janji yang pernah ia ucapkan pada dirinya sendiri bertahun-tahun lalu - sekali disakiti, aku akan pergi tanpa menoleh ke belakang. Sejak malam itu, ia mulai menyiapkan segalanya dengan hati-hati: berkas-berkas penting, tabungan yang…